Setelah pertemuan sebelumnya dihiasi dengan majunya 2 kelompok secara acak, pertemuan kamis ini tanggal 6 April 2017 Pak Rahman menjelaskan terkait proses seseorang menyimpang atau menjadi penyimpang. Seperti biasa sebelum memulai perkuliahan, kami membahas sebentar terkait kegiatan turun lapangan kami yang rencananya kami akan mengunjungi Lapas Nusakambangan. Oke lanjut saja, karena diary kali ini saya akan lebih fokus untuk menjelaskan kembali terkait materi yang telah dijelaskan oleh Pak Rahman
Buku yang kami gunakan sebagai bahan ajar mata kuliah ini adalah buku yang ditulis oleh Drs. Jokie M. S. Siahaan, M.Si dengan judul Perilaku Menyimpang Pendekatan Sosiologi yang diterbitkan oleh PT INDEKS Jakarta tahun 2009. bagi yang mau membacanya silahkan, berikut gambar bukunya biar gasalah baca :
Oke kita masuk ke materi......
Segala sesuatu pasti akan melalui proses. Begitu juga dengan penyimpangan. Untuk menjadi penyimpang, seseorang akan melewati proses atau tahapan yang sangat lama. Secara sosiologis penyimpangan terjadi karena seseorang memainkan peranan sosial yang menunjukan perilaku menyimpang. Cara orang memainkan peran sosial menyimpang membentuk proses menjadi penyimpang. Perilaku menyimpang ada banyak jenisnya, generalisasi ataas ciri perilaku menyimpang harus digunakan untuk membedakan perilaku yang satu dengan yang lain.
PENYIMPANGAN SEBAGAI PROSES SOSIAL
Para penyimpang tidak selalu melanggar semua norma. Mereka melanggar satu norma, namun mematuhi norma lain. Contohnya, sebagai penjahat mungkin melakukan perampokan, tetapi dia tidak melakukan perselingkuhan karena menganggap perkawinan merupakan suatu ikatan suci dan sakral.
Perilaku sosial adalah perilaku yang didapatkan (acquired behavior). Perilaku tidak ada sejak manusia lahir, melainkan dibentuk melalui sosialisasi. Secara luas sosialisasi adalah pembelajaran peran dan norma. Sosialisasi adalah proses untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, perilaku, nilai, dan motivasi yang diperlukan dalam menjalankan peran sosial.
PENGAMBILAN PERAN SEBAGAI PENYIMPANG
Perilaku menyimpang menyatukan beberapa perilaku yang berbeda dalam kategori atau gaya hidup tertentu, seperti homoseksualitas, pecandu narkoba, atau penjahat. Karakteristik peran menyimpang merupakan peran yang kuat, baik bagi orang yang melakukan peran dan orang lain. Peran sosial lainnya akan terbentuk disekitar peran menyimpang apabila sekali saja seseorang dianggap sebagai penyimpang.
Sulit bagi seseorang untuk melepaskan peran yang telah ditetapkan terhadap dirinya. ketika orang melepaskan peran yang diberikan oleh masyarakat, perilaku orang tersebut masih diinterpretasikan konsisten berkaitan dengan peran dan status lama yang telah diberikan masyarakat. Sebagai contoh, perilaku mantan narapidana akan tetap dianggap sebagai perilaku yang cenderung kriminal oleh masyarakat sekitarnya.
Kurang lebih seperti itu materi yang kami bahas pada pertemuan kelima, dipertemuan berikutnya Pak Rahman meminta kembali ada kelompok yang maju menjelaskan terkait dengan materi yang telah dijelaskan, kebetulan kelompok saya berharap untuk bisa mendapat kesempatan maju tersebut. oke segini dulu diary kali ini gabaik untuk kesehatan kalau banyak-banyak, see you!
Komentar
Posting Komentar