Di pertemuan minggu lalu, Pak Rahman sempat bilang bahwa hari ini akan ada kelompok yang maju lagi untuk presentasi, oleh karena itu saya dan teman sekelompok saya yang tergabung dalam kelompok 4, yaitu saya, Janu, Dian, Nur, dan Ilham mengerjakan PPT untuk persiapan presentasi karena memang kami berlima sudah berniat untuk presentasi. kenapa kami mau presentasi, karena pertama materi yang akan di presentasikan mudah bagi kami, yaitu bagaimiana proses seseorang menjadi penyimpang. Yang kedua karena memang kami mau maju, males kalau harus nunggu lagi hahahaha ya walaupun belum tentu juga kami yang maju, tapi seandainya ditawarkan siapa yang mau sukarela kami siap.
hari berlalu hingga sampai pada hari perkuliahan, kami pun sangat siap untuk presentasi. sambil berharap kelompok kami dipanggil, seperti biasa Pak Rahman sebelum perkuliahan dimulai selalu menanyakan bagaimana kabar terkait rencana turun lapangan ke LP Nusakambangan. setelah membahas hal tersebut pikir saya "ah maju dong kelompok gua" dan ternyata Pak Rahman justru membahas tentang pertemuan perkuliahan yang sepertinya akan sampai hingga bulan puasa. Dan dikarenakan Pak Rahman ingin menghemat suara pada saat puasa maka dari itu semua presentasi kelompok dipindah menjadi pada saat puasa. "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" itu yang ada dalam hati saya. pikir saya enak betul jadi dosen ya :( hahahab bercanda Pak.
Jujur saja pada pertemuan kali ini saya tidak terlalu memperhatikan materi yang disampaikan, karena itu diary kali ini hanya akan sebatas menceritakan saja bagaimana hari ini. Yang jelas saya ingat di pertemuan ini, kita membahas tentang beberapa teori perilaku menyimpang. salah satunya adalah teori konflik. mungkin karena saya kurang memperhatikan dan hanya ngobrol sepanjang perkuliahan dengan teman yang duduk disebelah saya, yaitu fina dan eka, akhirnya saya malah ditunjuk oleh Pak Rahman untuk menjelaskan apa yang saya ketahui tentang teori konflik.
"mati gue" itu yang ada di pikiran saya. karena jujur saya adalah mahasiswa sosiologi yang kurang suka dan kurang tertarik dengan teori konflik, walaupun saya menyadari bahwa konflik memang akan selalu ada di manapun ada masyarakat. Ditanya tentang apa yang saya ketahui tentang teori konflik tentu saja pengetahuan saya tentang teori ini tidak sehebat beberapa teman saya seperti Irzandy dan Tomo. Tapi dengan kemampuan berkomunikasi alias modal pede saya menjawabnya tanpa ragu. "Jadi Pak, yang saya ketahui tentang teori konflik adalah bahwa masyarakat lahir karena adanya konflik................" lalu kelas hening dengan sedikit gerak perlahan saya lanjutkan dengan finishing "singkat aja sih Pak saya mah begitu"
ya segini aja Diary kali ini, maafin yak Pak ga merhatiin dipertemuan kali ini atau dipertemuan ke 6 ini maafin Pak Rahman hahahahahaha
Komentar
Posting Komentar