Akhirnya hari yang
ditunggu-tunggu tiba, yaitu hari dimana kami akan turun lapangan mengunjungi
tempat yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kami untuk mengunjunginya
secara langsung. Ya hari ini hari kamis tanggal 4 Mei 2017 hingga tanggal 6 Mei
2017 kami akan berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan ke pulau
Nusakambangan.
Kami berangkat hari
kamis, pada hari pertama kami mengunjungi lapas cipinang yang berada di daerah
Jakarta Timur. Sampai kira-kira jam 10an saya lupa, kami disana sampai hampir
jam 12. Kebetulan saya dan kelompok saya mendapatkan tema tentang kasus narkotika,
kemudian setelah kelompok kami dibagi 3 dan digabung dengan anggota kelompok
lain, barulah kami siap mewawancarai narasumber.
Sebelumnya saya akan
menceritakan bagaimana prosedur yang kami lalui hingga sampai kami keluar lagi
dari lapas cipinang. Jadi saat pertama kami datang, kami menunggu semua siap
dan ternyata belakangan saya ketahui bahwa di lapas cipinang sendiri tidak
mengira bahwa kami akan datang lebih cepat. Setelah siap kami diarahkan untuk
berjalan ke tempat seperti tempat menunggu tidak bisa dibilangan ruangan untuk
menunggu karena memang outdoor. Kemudian kami diminta untuk menyiapkan
identitas kami, baik itu KTP maupun KTM. Tidak hanya kartu identitas, alat
komunikasi kami pun diminta untuk dikumpulkan ke satu tas saja. Beberapa saat
menunggu ada petugas lapas yang keluar bersama dengan mas Rambo (EO) dan
mempersilahkan kami masuk, dimulai dengan kelas A. Barulah kemudian kelas B
dipersilahkan masuk, kami diarahkan ke suatu ruangan yang lebih kepada akses
jalan mobil tahanan sepertinya, tidak beberapa lama petugas memberikan arahan
bahwa mahasiswa laki-laki dulu yang masuk, itupun satu-satu, ternyata kami yang
laki-laki diberikan sebuah cap, seperti cap pengunjung namun yang perempuan
tidak, kemudian kami diarahkan ke sebuah aula yang memang sudah dipersiapkan
untuk semacam diskusi.
Di dalam aula tersebut
ada beberapa warga binaan atau narapidana yang sudah datang terlebih dahulu,
kesan pertama saya adalah “Waw”. Agenda pertama adalah sambutan-sambutan,
kemudian ada penjelasan dari kepala lapas cipinang yang maaf bapak saya lupa
namanya hahaha. Kemudian dibuka sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang
diajukan oleh teman-teman mahasiswa dan dijawab langsung oleh KA lapas. Agenda selanjutnya
adalah wawancara narasumber, kebetulan saya mendapatkan informan seorang warga
binaan bernama Sijray. Beliau merupakan seorang kurir narkoba yang memiliki
istri dan dua orang anak. Informan saya menceritakan bagaimana akhirnya dia
bisa sampai menjadi warga binaan di lapas cipinang ini. Sampai diakhir
kebersamaan kami, bang Sijray memberikan nasihat kepada saya dan tim saya untuk
menjauhi narkoba hahahah agak sedikit lucu memang seorang kurir narkoba
menasehati kami seperti itu, tapi tentunya kami akan mengingat baik-baik
nasehat tersebut.
Lalu sekitar jam 12
lewatan kami berangkat menuju cilacap. Dan makan siang di dalam bus. Perjalanan
ini memakan waktu yang lumayan lama pokoknya kita sampai alun-alun cilacap itu
sekitar pukul 2 pagi. Karena paket yang kelas A dan B berbeda, maka kelas A itu
tidurnya di hotel, sedangkan kami kelas B tidurnya di Masjid Agung cilacap. Lelah
kami semua beristirahat. Sekitar pukul setengah 7 kami semua sarapan, yang
sangat saya suka dari EO kali ini adalah makanan yang sangat enak-enak. Makasih
hahaha. Sekitar pukul 7 kami berangkat menuju pelabuhan untuk menyebrang menuju
pulau nusakambangan.
Ternyata sesampainya di
pelabuhan, kelas A belum tiba, pikir saya adalah “keenakan tidur dikasur nih
bocah” tapi ya saya menanggapi dengan santai saja mengingat dibalik pelabuhan
ini ada selat yang menghubungkan saya dengan orang-orang yang “salah”. Ada 3
lapas yang kami kunjungi di pulau ini, yaitu lapas batu, lapas besi dan lapas
kembang kuning. Saya lupa jam berapa tapi setelah kami tiba di pulau
nusakambangan yang hanya sekitar 10 menit saja dari pelabuhan kami langsung
dibagi 3 berdasarkan lapas-lapas yang sudah ditentukan, kebetulan saya berada
di lapas besi.
Sesampainya dilapas besi
ternyata tidak ada dosen ataupun EO yang mendampingi kami, dan itu pun
dipermasalahkan oleh petugas yang ada di lapas besi. Segera mungkin kami
menghubungi dosen yang memang seharusnya mendampingi kami. Beberapa saat kami
menunggu datanglah dosen yang mendampingi kami kebetulan adalah Bu Yanti. Prosesnya
hampir sama dengan di lapas cipinang, kami tidak diperkenankan membawa alat
komunikasi, kami harus melewati metal detector, dan ada kejadian yang hanya
saya yang mengalami L yaitu 3 kali saya harus mengulang
melewati metal detector karena ketika saya melewatinya selalu saja berbunyi,
saya digeledah berkali-kali tapi tetap saja berbunyi, sampai akhirnya saya
sadar dari mana asalnya, yaitu jam tangan yang saya gunakan dari bahan yang
mengandung metal hahaha pantas saja bunyi terus, jujur saja saya sudah takut
saya kira ada yang iseng memasukan benda-benda yang berbahaya ke kantong saya.
Di lapas ini saya dan tim
mendapatkan informan bernama Teguh Tendanu yang sudah bercerai dengan istrinya,
sama seperti sebelumnya, informan saya ini menceritakan bagaimana sampai dia
berakhir menjadi warga binaan disini. Dia di vonis 14 tahun penjara. Informan saya
awalnya hanya seorang karyawan biasa di Bandung, sampai akhirnya mengenal
narkotika dari temannya yang mengenalkannya kepada bandar narkotika. Karena dirasa
mendapatkan penghasilan yang lebih dari sekedar karyawan, maka teguh
meninggalkan pekerjaannnya untuk memasuki dunia narkotika sampai akhirnya
tertangkap dan disinilah dia sekarang.
Selesai wawancara kami
berfoto dengan informan kami, dan kemudian menuju pantai untuk makan siang
disana, menghadap langsung samudera hindia yang terkenal dengan ombaknya yang
ganas. Sangat damai pikiran saya makan siang dipinggir pantai seperti ini,
setelah itu kami semua berfoto untuk kenang-kenangan. Dan kembali lagi menuju
bus untuk segera kembali ke Jakarta, tetapi kelas A akan melanjutkan perjalanan
menuju Jogjakarta dan yak disitulah kami berpisah, hingga sampai UNJ lagi
sekitar pukul 2 atau 3 dinihari saya lupa yang jelas itu adalah hari sabtu. Dan
yak segitu aja yak diary kali ini, mungkin akan menjadi diary yang terakhir
untuk matakuliah ini, terima kasih sudah mau mebaca diary-dairy sayaaaaaa, J
Komentar
Posting Komentar