Langsung ke konten utama

DIARY #9 Trip To Nusakambangan Island

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu hari dimana kami akan turun lapangan mengunjungi tempat yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kami untuk mengunjunginya secara langsung. Ya hari ini hari kamis tanggal 4 Mei 2017 hingga tanggal 6 Mei 2017 kami akan berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan ke pulau Nusakambangan.
Kami berangkat hari kamis, pada hari pertama kami mengunjungi lapas cipinang yang berada di daerah Jakarta Timur. Sampai kira-kira jam 10an saya lupa, kami disana sampai hampir jam 12. Kebetulan saya dan kelompok saya mendapatkan tema tentang kasus narkotika, kemudian setelah kelompok kami dibagi 3 dan digabung dengan anggota kelompok lain, barulah kami siap mewawancarai narasumber.

Sebelumnya saya akan menceritakan bagaimana prosedur yang kami lalui hingga sampai kami keluar lagi dari lapas cipinang. Jadi saat pertama kami datang, kami menunggu semua siap dan ternyata belakangan saya ketahui bahwa di lapas cipinang sendiri tidak mengira bahwa kami akan datang lebih cepat. Setelah siap kami diarahkan untuk berjalan ke tempat seperti tempat menunggu tidak bisa dibilangan ruangan untuk menunggu karena memang outdoor. Kemudian kami diminta untuk menyiapkan identitas kami, baik itu KTP maupun KTM. Tidak hanya kartu identitas, alat komunikasi kami pun diminta untuk dikumpulkan ke satu tas saja. Beberapa saat menunggu ada petugas lapas yang keluar bersama dengan mas Rambo (EO) dan mempersilahkan kami masuk, dimulai dengan kelas A. Barulah kemudian kelas B dipersilahkan masuk, kami diarahkan ke suatu ruangan yang lebih kepada akses jalan mobil tahanan sepertinya, tidak beberapa lama petugas memberikan arahan bahwa mahasiswa laki-laki dulu yang masuk, itupun satu-satu, ternyata kami yang laki-laki diberikan sebuah cap, seperti cap pengunjung namun yang perempuan tidak, kemudian kami diarahkan ke sebuah aula yang memang sudah dipersiapkan untuk semacam diskusi.

Di dalam aula tersebut ada beberapa warga binaan atau narapidana yang sudah datang terlebih dahulu, kesan pertama saya adalah “Waw”. Agenda pertama adalah sambutan-sambutan, kemudian ada penjelasan dari kepala lapas cipinang yang maaf bapak saya lupa namanya hahaha. Kemudian dibuka sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman mahasiswa dan dijawab langsung oleh KA lapas. Agenda selanjutnya adalah wawancara narasumber, kebetulan saya mendapatkan informan seorang warga binaan bernama Sijray. Beliau merupakan seorang kurir narkoba yang memiliki istri dan dua orang anak. Informan saya menceritakan bagaimana akhirnya dia bisa sampai menjadi warga binaan di lapas cipinang ini. Sampai diakhir kebersamaan kami, bang Sijray memberikan nasihat kepada saya dan tim saya untuk menjauhi narkoba hahahah agak sedikit lucu memang seorang kurir narkoba menasehati kami seperti itu, tapi tentunya kami akan mengingat baik-baik nasehat tersebut.

Lalu sekitar jam 12 lewatan kami berangkat menuju cilacap. Dan makan siang di dalam bus. Perjalanan ini memakan waktu yang lumayan lama pokoknya kita sampai alun-alun cilacap itu sekitar pukul 2 pagi. Karena paket yang kelas A dan B berbeda, maka kelas A itu tidurnya di hotel, sedangkan kami kelas B tidurnya di Masjid Agung cilacap. Lelah kami semua beristirahat. Sekitar pukul setengah 7 kami semua sarapan, yang sangat saya suka dari EO kali ini adalah makanan yang sangat enak-enak. Makasih hahaha. Sekitar pukul 7 kami berangkat menuju pelabuhan untuk menyebrang menuju pulau nusakambangan.

Ternyata sesampainya di pelabuhan, kelas A belum tiba, pikir saya adalah “keenakan tidur dikasur nih bocah” tapi ya saya menanggapi dengan santai saja mengingat dibalik pelabuhan ini ada selat yang menghubungkan saya dengan orang-orang yang “salah”. Ada 3 lapas yang kami kunjungi di pulau ini, yaitu lapas batu, lapas besi dan lapas kembang kuning. Saya lupa jam berapa tapi setelah kami tiba di pulau nusakambangan yang hanya sekitar 10 menit saja dari pelabuhan kami langsung dibagi 3 berdasarkan lapas-lapas yang sudah ditentukan, kebetulan saya berada di lapas besi.
Sesampainya dilapas besi ternyata tidak ada dosen ataupun EO yang mendampingi kami, dan itu pun dipermasalahkan oleh petugas yang ada di lapas besi. Segera mungkin kami menghubungi dosen yang memang seharusnya mendampingi kami. Beberapa saat kami menunggu datanglah dosen yang mendampingi kami kebetulan adalah Bu Yanti. Prosesnya hampir sama dengan di lapas cipinang, kami tidak diperkenankan membawa alat komunikasi, kami harus melewati metal detector, dan ada kejadian yang hanya saya yang mengalami L yaitu 3 kali saya harus mengulang melewati metal detector karena ketika saya melewatinya selalu saja berbunyi, saya digeledah berkali-kali tapi tetap saja berbunyi, sampai akhirnya saya sadar dari mana asalnya, yaitu jam tangan yang saya gunakan dari bahan yang mengandung metal hahaha pantas saja bunyi terus, jujur saja saya sudah takut saya kira ada yang iseng memasukan benda-benda yang berbahaya ke kantong saya.

Di lapas ini saya dan tim mendapatkan informan bernama Teguh Tendanu yang sudah bercerai dengan istrinya, sama seperti sebelumnya, informan saya ini menceritakan bagaimana sampai dia berakhir menjadi warga binaan disini. Dia di vonis 14 tahun penjara. Informan saya awalnya hanya seorang karyawan biasa di Bandung, sampai akhirnya mengenal narkotika dari temannya yang mengenalkannya kepada bandar narkotika. Karena dirasa mendapatkan penghasilan yang lebih dari sekedar karyawan, maka teguh meninggalkan pekerjaannnya untuk memasuki dunia narkotika sampai akhirnya tertangkap dan disinilah dia sekarang.


Selesai wawancara kami berfoto dengan informan kami, dan kemudian menuju pantai untuk makan siang disana, menghadap langsung samudera hindia yang terkenal dengan ombaknya yang ganas. Sangat damai pikiran saya makan siang dipinggir pantai seperti ini, setelah itu kami semua berfoto untuk kenang-kenangan. Dan kembali lagi menuju bus untuk segera kembali ke Jakarta, tetapi kelas A akan melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta dan yak disitulah kami berpisah, hingga sampai UNJ lagi sekitar pukul 2 atau 3 dinihari saya lupa yang jelas itu adalah hari sabtu. Dan yak segitu aja yak diary kali ini, mungkin akan menjadi diary yang terakhir untuk matakuliah ini, terima kasih sudah mau mebaca diary-dairy sayaaaaaa, J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diary #2 Kamis, 16 Maret 2017

Hari ini adalah pertemuan kedua mata kuliah sosiologi perilaku menyimpang, tepatnya adalah hari kamis 16 Maret 2017. Sebagaimana tujuan blog ini dibuat yaitu untuk memenuhi tugas matakuliah Sosiologi Perilaku Menyimpang maka diary ini pun akan berpusat pada mata kuliah SPM tersebut. Namun sebelumnya saya akan menceritakan bagaimana hari ini dimulai.  Kebetulan saya tinggal di daerah Tangerang, cukup jauh jaraknya dari kampus UNJ ini, sebenarnya waktu tempuh normal dari rumah saya sampai ke kampus itu kurang lebih 1 jam naik motor. Akan tetapi dengan kondisi jalanan Ibukota Jakarta yang sangat males untuk saya deskripsikan itu waktu tempuh saya bisa sampai 2 jam bahkan lebih. Di hari kamis kebetulan mata kuliah yang saya ambil ada 2, yang pertama ada di jam 10.30, dan yang kedua di jam 13.00 WIB. Setiap hari kamis itu saya berangkat sekitar pukul 8 pagi, artinya 2 jam 30 menit sebelum kelas pertama saya dimulai, tapi apa yang terjadi ketika saya sampai kampus? saya sering kali ...

Diary #1 Kamis, 9 Maret 2017

Sekarang saya telah memasuki semester 6, dimana kuliah sudah mulai serius. Di semester ini saya mengambil 23 sks, salah satu mata kuliah yang saya ambil adalah Sosiologi Perilaku Menyimpang yang mana blog ini dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah tersebut. Ini adalah diary pertama yang saya buat, saya akan menceritakan apa saja yang saya lalui di hari ini khususnya dalam mengikuti mata kuliah SPM. Hari kamis ini saya berangkat dari rumah sekitar pukul 8.30 WIB, saya berangkat 2 jam sebelum mata kuliah pertama di jam setengah 11 siang, yaitu mata kuliah Teori-teori Antropologi. Memang dasarnya Jakarta adalah kota yang selalu macet, berangkat 2 jam sebelum masuk pun saya masih terlambat. Tapi ya jangan salahin saya karena saya sudah berangkat 2 jam sebelum masuk loh. Di mata kuliah pertama yaitu teori-teori antropologi selesai sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah itu barulah masuk ke mata kuliah kedua yaitu SPM di jam 1 siang. Mata kuliah SPM ini diampu oleh dua dosen yaitu Bu Ciek da...

DIARY #5 Proses menjadi penyimpang

Setelah pertemuan sebelumnya dihiasi dengan majunya 2 kelompok secara acak, pertemuan kamis ini tanggal 6 April 2017 Pak Rahman menjelaskan terkait proses seseorang menyimpang atau menjadi penyimpang. Seperti biasa sebelum memulai perkuliahan, kami membahas sebentar terkait kegiatan turun lapangan kami yang rencananya kami akan mengunjungi Lapas Nusakambangan. Oke lanjut saja, karena diary kali ini saya akan lebih fokus untuk menjelaskan kembali terkait materi yang telah dijelaskan oleh Pak Rahman Buku yang kami gunakan sebagai bahan ajar mata kuliah ini adalah buku yang ditulis oleh Drs. Jokie M. S. Siahaan, M.Si dengan judul Perilaku Menyimpang Pendekatan Sosiologi  yang diterbitkan oleh PT INDEKS Jakarta tahun 2009. bagi yang mau membacanya silahkan, berikut gambar bukunya biar gasalah baca :  Oke kita masuk ke materi...... Segala sesuatu pasti akan melalui proses. Begitu juga dengan penyimpangan. Untuk menjadi penyimpang, seseorang akan melewati proses atau ta...